Kitab Kuning

• أنواع المطلقات

Verified Original
أنواع المطلقات
Macam-Macam Wanita yang Ditalak
Verified Original
(والنساء فيه) أي الطلاق (ضربان:
(Dan perempuan di dalam konteks ini) yakni dalam perkara talak (terbagi menjadi dua kelompok:
Verified Original
ضرب في طلاقهن سُنةٌ وبدعة، وهن ذواتُ الحيض). وأراد المصنف بالسُنة الطلاق الجائز، وبالبدعة الطلاق الحرام؛ (فالسنة أن يُوقِع) الزوج (الطلاق في طهر غير مُجامَع فيه؛ والبدعة أن يوقع) الزوج (الطلاقَ في الحيض أو في طهر جامَعَها فيه).
Kelompok pertama: Perempuan yang mana penjatuhan talak atas mereka berstatus sunah dan berstatus bid'ah; yaitu mereka perempuan-perempuan yang mengalami haid). Dan yang dimaksudkan Mushannif dengan talak sunah adalah talak yang diperbolehkan secara hukum, dan dengan talak bid'ah adalah talak yang diharamkan; (Maka talak sunah adalah apabila suami menjatuhkan) (talak) (pada masa suci sang istri yang di masa suci itu sang istri sama sekali belum digaulinya; sedangkan talak bid'ah adalah jatuhnya) (talak dari suami) (pada saat sang istri sedang dalam siklus menstruasi (haid) atau pada saat masa suci yang di dalamnya ia (suami) telah menggaulinya).
Verified Original
(وضرب ليس في طلاقهن سنة ولا بدعة؛ وهن أربع: الصغيرة، والآيسة)، وهي التي انقطع حيضها، (والحامل، والمختلعة التي لم يدخل بها) الزوجُ. وينقسم الطلاق باعتبار آخر إلى واجب كطلاق المُولي، ومندوب كطلاق امرأة غير مستقمية الحال كسيئة الخُلُق، ومكروه كطلاق مستقمية الحال، وحرام كطلاق البدعة وقد سبق. وأشار الإمام للطلاق المباح بطلاق من لا يهواها الزوج ولا تسمح نفسه بمؤنتها بلا استمتاع بها.
(Kelompok kedua: Perempuan yang talak bagi mereka tidak berstatus sunah maupun bid'ah; yaitu terdiri dari empat golongan perempuan: Anak kecil (yang belum haid), wanita menopause (al-ayisah)), yaitu wanita yang telah terputus siklus haidnya, (wanita hamil, dan wanita mukhtali'ah (yang menggugat cerai via khulu') di mana ia belum disetubuhi) oleh suaminya. Dan talak jika ditinjau dari dimensi lainnya juga terbagi menjadi talak wajib seperti talaknya pelaku ila' (mu'li), talak mandub (disunahkan) seperti menceraikan istri yang perilakunya menyimpang misalnya karena akhlaknya yang buruk, talak makruh seperti menceraikan wanita yang salihah/lurus lakunya, serta talak haram sebagaimana talak bid'ah yang telah disinggung sebelumnya. Dan Al-Imam (Al-Haramain) mengisyaratkan adanya talak mubah (boleh mutlak), yakni jatuhnya talak pada istri yang tidak lagi disukai oleh sang suami dan jiwanya tidak lagi rela menanggung biaya hidupnya tanpa bisa menikmati hubungan dengannya.