Kitab Kuning

• ما يفطر به الصائم

Verified Original
ما يفطر به الصائم
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
Verified Original
(والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء): أحدها وثانيها (ما وصل عمدا إلى الجوف) المنفتح (أو) غير المنفتح كالوصول من مأمومة إلى (الرأس)؛ والمراد إمساك الصائم عن وصول عين إلى ما يسمى جوفا. (و) الثالث (الحقنة في أحد السبيلين)، وهي دواء يحقن به المريض في قبل أو دبر، المعبر عنهما في المتن بالسبيلين. (و) الرابع (القيء عمدا)؛ فإن لم يتعمد لم يبطل صومه كما سبق.
(Dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa ada sepuluh perkara): Yang pertama dan kedua (Masuknya sesuatu dengan sengaja ke dalam rongga tubuh) yang terbuka (ataupun) rongga tubuh yang tidak terbuka, seperti masuknya sesuatu dari celah luka di kepala (ma'mumah) hingga menembus ke (otak kepala). Dan yang dimaksud di sini adalah kewajiban orang yang berpuasa untuk menahan diri dari masuknya suatu benda ('ain) ke wilayah yang dinamakan sebagai 'rongga' (jauf). (Dan) yang ketiga (Suntikan (huqnah) pada salah satu dari dua jalan (qubul atau dubur)), yaitu obat yang disuntikkan ke tubuh orang sakit melalui jalan depan (qubul) atau jalan belakang (dubur), yang dalam matan diungkapkan dengan istilah 'as-sabilain'. (Dan) yang keempat (Muntah dengan sengaja); adapun jika ia tidak sengaja muntah, maka puasanya tidak batal sebagaimana penjelasan sebelumnya.
Verified Original
(و) الخامس (الوطء عمدا في الفرج)؛ فلا يفطر الصائم بالجماع ناسيا كما سبق. (و) السادس (الإنزال) وهو خروج المني (عن مباشرة) بلا جماع محرما كإخراجه بيده أو غيرَ محرم كإخراجه بيد زوجته أو جاريته. واحترز بمباشرة عن خروج المني باحتلام، فلا إفطار به جزما. (و) السابع إلى آخر العشرة (الحيض، والنفاس، والجنون، والردة). فمتى طرأ شيء منها في أثناء الصوم أبطله.
[Catatan: Ini adalah lanjutan dari bab hal-hal yang membatalkan puasa] (Dan) yang kelima (bersetubuh secara sengaja pada kemaluan); maka orang yang berpuasa tidak batal puasanya jika ia bersetubuh karena lupa sebagaimana penjelasan yang telah lewat. (Dan) yang keenam (inzal) yaitu keluarnya air mani (akibat persentuhan/mubasyarah) tanpa bersetubuh, baik secara haram seperti mengeluarkannya dengan tangannya sendiri, maupun yang tidak haram seperti mengeluarkannya dengan tangan istrinya atau hamba sahayanya. Dan dikecualikan dengan kata 'mubasyarah' (persentuhan), keluarnya air mani karena mimpi basah (ihtilam), maka puasanya tidak batal secara pasti (jazm). (Dan) yang ketujuh hingga yang kesepuluh secara berurutan adalah (haid, nifas, gila, dan murtad). Maka kapan saja salah satu dari hal-hal tersebut terjadi di pertengahan puasa, hal itu membatalkan puasanya.