Kitab Kuning

• صوم المريض والمسافر

Verified Original
صوم المريض والمسافر
Puasa Orang Sakit dan Musafir
Verified Original
(والمريض والمسافر سفرًا طويلا) مباحا إن تضررا بالصوم (يفطران ويقضيان). وللمريض إن كان مرضه مطبقا تركُ النية من الليل، وإن لم يكن مطبقا كما لو كان يحُمّ وقتا دون وقت، وكان وقت الشروع في الصوم محموما فله ترك النية، وإلا فعليه النية ليلا؛ فإن عادت الحُمَّى واحتاج للفطر أفطر. وسكت المصنف عن صوم التطوع، وهو مذكور في المطولات، ومنه صوم عرفة وعاشوراء وتاسوعا وأيام البيض وستة من شوال.
(Dan orang yang sakit serta musafir dengan perjalanan yang panjang) yang mubah (boleh) apabila mereka berdua merasa kesulitan (terkena bahaya/mudarat) karena berpuasa (maka keduanya diperbolehkan berbuka dan wajib mengqadanya kelak). Dan bagi orang yang sakit, apabila sakitnya itu terus-menerus (mutbaq), ia diperbolehkan meninggalkan niat puasa di malam hari; namun jika sakitnya tidak terus-menerus, seperti jika ia demam pada satu waktu namun tidak pada waktu lainnya, lalu pada saat mulai (masuk waktu) puasa ia sedang dalam keadaan demam, maka ia boleh meninggalkan niat; namun jika tidak (sedang demam), maka ia wajib berniat di malam hari. Lalu jika demamnya kembali kambuh dan ia butuh untuk berbuka, maka ia (boleh) berbuka. Dan Mushannif mendiamkan (tidak membahas secara rinci) tentang puasa sunah (tathawwu'), padahal puasa tersebut disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya (muthawwalaat), dan di antaranya adalah puasa Arafah, Asyura, Tasu'a, Ayyamul Bidh (hari-hari putih/pertengahan bulan), serta puasa enam hari di bulan Syawal.