Kitab Kuning

• شروط وجوب الحج

Verified Original
شروط وجوب الحج
Syarat-Syarat Wajibnya Haji
Verified Original
(وشرائط وجوب الحج سبعة أشياء). وفي بعض النسخ «سبع خصال»: (الإسلام، والبلوغ، والعقل، والحرية)؛ فلا يجب الحج على المتصف بضد ذلك، (ووجود الزاد) وأوعيته إن احتاج إليها. وقد لا يحتاج إليها كشخص قريب من مكة. ويشترط أيضا وجود الماء في المواضع المعتاد حمل الماء منها بثمن المثل، (و) وجود (الراحلة) التي تصلح لمثله بشراء أو استئجار. هذا إذا كان الشخص بينه وبين مكة مرحلتان فأكثر، سواء قدر على المشي أم لا، فإن كان بينه وبين مكة دون مرحلتين، وهو قوي على المشي لزمه الحج بلا راحلة. ويشترط كون ما ذكر فاضلا عن دَينه وعن مؤنةِ مَن عليه مؤنتُهم مدةَ ذهابه وإيابه، وفاضلا أيضا عن مسكنه اللائق به وعن عبد يليق به، (وتخلية الطريق). والمراد بالتخلية هنا أمن الطريق ظنا بحسب ما يليق بكل مكان؛ فلو لم يأمن الشخص على نفسه أو ماله أو بُضعه لم يجب عليه الحج. وقوله: (وإمكان المسير) ثابت في بعض النسخ. والمراد بهذا الإمكان أن يبقى من الزمان بعد وجود الزاد والراحلة ما يمكن فيه السير المعهود إلى الحج؛ فإن أمكن إلا أنه يحتاج لقطع مرحلتين في بعض الأيام لم يلزمه الحج للضرر.
(Dan syarat-syarat wajibnya haji ada tujuh perkara). Dan pada sebagian naskah menggunakan kata 'tujuh sifat/perkara': (Agama Islam, balig, berakal sehat, dan merdeka); maka tidak diwajibkan haji atas orang yang menyandang sifat kebalikan dari hal-hal tersebut. (Dan ketersediaan perbekalan) beserta wadah-wadahnya jika ia membutuhkannya. Dan terkadang ia tidak membutuhkannya, seperti seseorang yang letak rumahnya dekat dari Mekah. Disyaratkan pula ketersediaan air di tempat-tempat yang biasa orang mengambil (membawa) air darinya dengan harga yang standar. (Serta) ketersediaan (kendaraan/tunggangan) yang layak bagi orang semisalnya, baik melalui pembelian maupun penyewaan. Persyaratan ini berlaku apabila jarak antara orang tersebut dengan Mekah sejauh dua marhalah atau lebih, terlepas dari apakah ia kuat berjalan kaki atau tidak. Namun apabila jarak antara dirinya dan Mekah kurang dari dua marhalah, dan ia kuat berjalan kaki, maka ia wajib melaksanakan haji tanpa perlu (disyaratkan) adanya tunggangan. Dan disyaratkan pula agar hal-hal yang disebutkan (biaya/bekal) tersebut haruslah sisa (telah dipotong) dari utang-utangnya, serta dari biaya hidup (nafkah) bagi orang-orang yang berada di bawah tanggungannya selama masa kepergian dan kepulangannya, dan harus sisa pula dari kebutuhan tempat tinggal yang layak baginya dan hamba sahaya yang layak baginya. (Dan keamanan jalur/jalan). Dan yang dimaksud dengan tikhliyyah (terbukanya jalan) di sini adalah amannya jalan menurut prasangka kuat (zhann) sesuai dengan kelayakan masing-masing tempat; maka apabila seseorang merasa tidak aman atas keselamatan jiwa, harta, atau kehormatan dirinya, ia tidak diwajibkan untuk berangkat haji. Dan ucapan Mushannif: (serta memungkinkannya waktu perjalanan) juga tercantum dalam sebagian naskah. Dan yang dimaksud dengan 'memungkinkan' di sini adalah bahwasanya masih tersisa waktu (sebelum musim haji) setelah disiapkannya perbekalan dan kendaraan, yang mana waktu tersebut cukup untuk melakukan perjalanan haji seperti pada umumnya; jika waktu itu memungkinkan, namun ia diharuskan menempuh jarak dua marhalah dalam sebagian hari perjalanannya (harus terburu-buru), maka ia tidak diwajibkan haji karena adanya mudarat (kesulitan/bahaya).